Friday, 17 January 2014

bawalah, tolong bawalah

kau mencintaiku?
bohong!
kau menginginkanku?
bohong!
kau merajut kata manis di hadapanku tiap detiknya.
lalu suatu ketika kau lepas rajutanmu, mengurainya lalu kemudian meninggalkan bekas itu.
ya, titik2 bekas kesakitan atas ketidakpekaanmu.
disini dengan bodohnya aku masih menunggumu yang tidak menginginkanku lagi.
satu kotak kenangan manis kini tertutup rapat.
apakah kau mau membawanya bersamamu?
tolong bawalah.
karena disini aku, tak sanggup untuk menyimpannya.
bahkan melihatnyapun aku sakit.

No comments:

Post a Comment