kau mencintaiku?
bohong!
kau menginginkanku?
bohong!
kau merajut kata manis di hadapanku tiap detiknya.
lalu suatu ketika kau lepas rajutanmu, mengurainya lalu kemudian meninggalkan bekas itu.
ya, titik2 bekas kesakitan atas ketidakpekaanmu.
disini dengan bodohnya aku masih menunggumu yang tidak menginginkanku lagi.
satu kotak kenangan manis kini tertutup rapat.
apakah kau mau membawanya bersamamu?
tolong bawalah.
karena disini aku, tak sanggup untuk menyimpannya.
bahkan melihatnyapun aku sakit.
Friday, 17 January 2014
hey kamu
hey kamu,
kebahagiaan tidak bisa diukur sebrapa lama hubungan berjalan.
hey kamu,
aku bukan bonekamu yang bisa kau mainkan ketika kau bosan.
hey kamu,
jangan terlalu polos menghadapi dia yang mengekangmu.
hey kamu,
aku bukan kelinci percobaanmu yang bisa kau cobai setiap saat.
hey kamu,
akulah sang tak kasat mata yang kau tinggalkan.
hey kamu,
akulah sang pencinta yang merindui bulan.
hey kamu,
akulah sang karang yang tahan kau adu dengan lautmu.
hey kamu,
akulah yang kau buang tanpa ada sisa di hatimu.
kebahagiaan tidak bisa diukur sebrapa lama hubungan berjalan.
hey kamu,
aku bukan bonekamu yang bisa kau mainkan ketika kau bosan.
hey kamu,
jangan terlalu polos menghadapi dia yang mengekangmu.
hey kamu,
aku bukan kelinci percobaanmu yang bisa kau cobai setiap saat.
hey kamu,
akulah sang tak kasat mata yang kau tinggalkan.
hey kamu,
akulah sang pencinta yang merindui bulan.
hey kamu,
akulah sang karang yang tahan kau adu dengan lautmu.
hey kamu,
akulah yang kau buang tanpa ada sisa di hatimu.
Thursday, 2 January 2014
kamu ku
1 rasa dimana aku tak bisa berhenti untuk tumbuh.
menjelma menjadi rintik hujan ketakutan yang mungkin suatu saat nanti kurasakan.
aku mencintaimu dalam diam.
mencoba membaca dalamnya keinginanmu.
ujung ruangku masih menunggumu,
menunggumu berjalan menghampiriku tanpa ada DIA di sisimu.
menjelma menjadi rintik hujan ketakutan yang mungkin suatu saat nanti kurasakan.
aku mencintaimu dalam diam.
mencoba membaca dalamnya keinginanmu.
ujung ruangku masih menunggumu,
menunggumu berjalan menghampiriku tanpa ada DIA di sisimu.
hm
mengobati memar tak terlihat bekas ketidakpekaanmu.
duduk terdiam merajam perih.
bayangan hitam enggan pergi.
bahkan meskipun ku berlari ke ujung jalan.
mengais2 ketidakberdayaan yang sengaja kurasakan.
entah memilih lari atau tetap.
lari dalam kegelapan jurang kesakitan,
atau tetap membius hati dengan mati rasa.
think twice triple and blablabla
menjalani dengan ketertutupan.
bahkan mungkin bernafas pun membutuhkan berpikir beribukali.
terkadang pikiran melayang bertanya apakah aku bodoh?
mungkin hanya aku saja yang terlalu naif untuk memungkiri bahwa terkadang sebuah hubungan hanya membutuhkan cinta.
ruang gerakku dibatasi kaca tipis yang sangat rapuh.
1 gerakan saja, plop!
maka aku akan merasakan kehilangan yang teramat sangat.
kadang ego berjalan lebih cepat.
memaksaku menekanku dengan semua kekokohannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)