Sunday, 8 March 2015

ribuan detik menuju tanggal 9

seolah ada kembang api menyala di atas kepalaku,
keras, riuh, berwarna, dan indah,
kamu- ku.

mengenalkanku sisi dunia yang belum pernah aku bayangkan,
menuntunku berimajinasi liar melihat kejauhan,
kamu- ku.

rasa hangat yang otomatis akan kurasakan ketika terdapat komunikasi batin,
rasa aman dan nyaman yang merasuk hingga akhirnya ku terhanyut,
kamu- ku.

kamu luas,
kamu pelindung,
kamu indah,
dan kamu rumit.

mungkin semakin terdengar picisan.
tapi..

aku bangga,
aku suka,
aku ingin,
dan aku bahagia.

Friday, 6 March 2015

aku ingin bicara

dia bukan ibu- ibu hamil yang akan melahirkan.
dia bukan atlet renang.
dan dia juga bukan seorang terapis yoga.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian menarik dan menghembuskan nafasnya.

dia tidak sedang mengidap selesma.
dia tidak sedang mengiris bawang merah.
dia juga tidak sedang mengikuti syuting sinetron.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian untuk menggerakkan bola matanya keatas agar proses gravitasi air itu tidak terjadi.

suasana disini sangat ramai.
luas, tapi tidak memungkinkannya untuk hanya sekedar berlarian dan berteriak.
tempat ini tidak diciptakan untuk itu.

suasana disini sangat gaduh.
menghibur, tapi tidak memungkinkannya untuk menangis hanya duduk di ujung ruangan dengan lampu yang dimatikan.

saat ini dia tidak bisa berperan sebagai gadis yang baik- baik saja.
ya, dia sudah tidak bisa baik2 saja.
55harinya tlah diisi oleh sosok nyata yang menjadikannya tiada.

sekencang2nya dia berteriak,
takkan terdengar karna sosok itu tuli.
sekeras apapun dia mengukir keindahan,
takkan terlihat oleh sosok buta itu.


Wednesday, 4 March 2015

by



sosok itu mengetuk,
entah untuk kebrapa kalinya.
sosok itu berbentuk,
tapi kau jadikan tak berharga.
sosok itu takluk,
tapi kau telantarkannya,


entah harus brapa kali harus mengetuk.
ada, namun kau jadikan tiada.

Monday, 2 March 2015

payung teduh- resah

aku ingin berjalan bersamamu
dalam hujan dan malam gelap
tapi aku tak bisa melihat matamu
aku ingin berdua denganmu
di antara daun gugur
aku ingin berdua denganmu
tapi aku hanya melihat keresahanmu

aku menunggu dengan sabar
diatas sini melayang- layang
tergoyang angin menantikan tubuh itu


(':

sungguh kali ini aku merasa menyesal telah menemukanmu.
secara tak sengaja berpapasan denganmu di jalan yang mungkin seharusnya kuhindari.
berpapasan di tengah pelariannya.
ntah apa yang kupikirkan saat itu.

rasaku ini nyata.
inginku ini nyata.
sampai kapan anggap aku tiada?
sampai kapan berjalan seperti ini?

aku menyesal sudah bisa menangisimu saat ini.
bahkan aku merasa sudah terlambat untuk menarik hati.
aku sudah jatuh,
terlalu dalam.