seolah ada kembang api menyala di atas kepalaku,
keras, riuh, berwarna, dan indah,
kamu- ku.
mengenalkanku sisi dunia yang belum pernah aku bayangkan,
menuntunku berimajinasi liar melihat kejauhan,
kamu- ku.
rasa hangat yang otomatis akan kurasakan ketika terdapat komunikasi batin,
rasa aman dan nyaman yang merasuk hingga akhirnya ku terhanyut,
kamu- ku.
kamu luas,
kamu pelindung,
kamu indah,
dan kamu rumit.
mungkin semakin terdengar picisan.
tapi..
aku bangga,
aku suka,
aku ingin,
dan aku bahagia.
"Karena kadang, apa yang tidak pernah aku katakan SEBENARNYA adalah sesuatu yang paling penting"
Sunday, 8 March 2015
Friday, 6 March 2015
aku ingin bicara
dia bukan ibu- ibu hamil yang akan melahirkan.
dia bukan atlet renang.
dan dia juga bukan seorang terapis yoga.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian menarik dan menghembuskan nafasnya.
dia tidak sedang mengidap selesma.
dia tidak sedang mengiris bawang merah.
dia juga tidak sedang mengikuti syuting sinetron.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian untuk menggerakkan bola matanya keatas agar proses gravitasi air itu tidak terjadi.
suasana disini sangat ramai.
luas, tapi tidak memungkinkannya untuk hanya sekedar berlarian dan berteriak.
tempat ini tidak diciptakan untuk itu.
suasana disini sangat gaduh.
menghibur, tapi tidak memungkinkannya untuk menangis hanya duduk di ujung ruangan dengan lampu yang dimatikan.
saat ini dia tidak bisa berperan sebagai gadis yang baik- baik saja.
ya, dia sudah tidak bisa baik2 saja.
55harinya tlah diisi oleh sosok nyata yang menjadikannya tiada.
sekencang2nya dia berteriak,
takkan terdengar karna sosok itu tuli.
sekeras apapun dia mengukir keindahan,
takkan terlihat oleh sosok buta itu.
dia bukan atlet renang.
dan dia juga bukan seorang terapis yoga.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian menarik dan menghembuskan nafasnya.
dia tidak sedang mengidap selesma.
dia tidak sedang mengiris bawang merah.
dia juga tidak sedang mengikuti syuting sinetron.
tapi ntah mengapa saat ini dia berusaha mati- matian untuk menggerakkan bola matanya keatas agar proses gravitasi air itu tidak terjadi.
suasana disini sangat ramai.
luas, tapi tidak memungkinkannya untuk hanya sekedar berlarian dan berteriak.
tempat ini tidak diciptakan untuk itu.
suasana disini sangat gaduh.
menghibur, tapi tidak memungkinkannya untuk menangis hanya duduk di ujung ruangan dengan lampu yang dimatikan.
saat ini dia tidak bisa berperan sebagai gadis yang baik- baik saja.
ya, dia sudah tidak bisa baik2 saja.
55harinya tlah diisi oleh sosok nyata yang menjadikannya tiada.
sekencang2nya dia berteriak,
takkan terdengar karna sosok itu tuli.
sekeras apapun dia mengukir keindahan,
takkan terlihat oleh sosok buta itu.
Wednesday, 4 March 2015
by
Monday, 2 March 2015
payung teduh- resah
aku ingin berjalan bersamamu
dalam hujan dan malam gelap
tapi aku tak bisa melihat matamu
aku ingin berdua denganmu
di antara daun gugur
aku ingin berdua denganmu
tapi aku hanya melihat keresahanmu
aku menunggu dengan sabar
diatas sini melayang- layang
tergoyang angin menantikan tubuh itu
dalam hujan dan malam gelap
tapi aku tak bisa melihat matamu
aku ingin berdua denganmu
di antara daun gugur
aku ingin berdua denganmu
tapi aku hanya melihat keresahanmu
aku menunggu dengan sabar
diatas sini melayang- layang
tergoyang angin menantikan tubuh itu
(':
sungguh kali ini aku merasa menyesal telah menemukanmu.
secara tak sengaja berpapasan denganmu di jalan yang mungkin seharusnya kuhindari.
berpapasan di tengah pelariannya.
ntah apa yang kupikirkan saat itu.
rasaku ini nyata.
inginku ini nyata.
sampai kapan anggap aku tiada?
sampai kapan berjalan seperti ini?
aku menyesal sudah bisa menangisimu saat ini.
bahkan aku merasa sudah terlambat untuk menarik hati.
aku sudah jatuh,
terlalu dalam.
secara tak sengaja berpapasan denganmu di jalan yang mungkin seharusnya kuhindari.
berpapasan di tengah pelariannya.
ntah apa yang kupikirkan saat itu.
rasaku ini nyata.
inginku ini nyata.
sampai kapan anggap aku tiada?
sampai kapan berjalan seperti ini?
aku menyesal sudah bisa menangisimu saat ini.
bahkan aku merasa sudah terlambat untuk menarik hati.
aku sudah jatuh,
terlalu dalam.
Wednesday, 25 February 2015
!
entah apa yang kutunggu
entah apa yang kunanti
sejauh ini masih saja semu
sejauh ini masih saja sepi
aku tidak tahu apa yang kuingini
aku tidak tahu apa yang kurasa
mungkin sekedar ditemani?
tapi aku hanya tahu itu sebatas asa
sisi gelapku menginginkan keramaian
yang semua orang idamkan
apa aku terlalu naif?
dan terlalu posesif?
rasa- rasanya sangatlah jauh
seperti engkau enggan berlabuh
gapai aku, hei kamu ku.
aku disini menunggu terpaku.
entah apa yang kunanti
sejauh ini masih saja semu
sejauh ini masih saja sepi
aku tidak tahu apa yang kuingini
aku tidak tahu apa yang kurasa
mungkin sekedar ditemani?
tapi aku hanya tahu itu sebatas asa
sisi gelapku menginginkan keramaian
yang semua orang idamkan
apa aku terlalu naif?
dan terlalu posesif?
rasa- rasanya sangatlah jauh
seperti engkau enggan berlabuh
gapai aku, hei kamu ku.
aku disini menunggu terpaku.
Monday, 23 February 2015
tolong aku
aku seperti bayang- bayang.
aku seperti boneka layang- layang.
mau sampai kapan sayang?
aku bergerak bagaikan ombak.
aku bergerak mengikuti riak.
mau sampai kapan berteriak?
aku lemah untuk berdiri.
aku lemah untuk sendiri.
mau sampai kapan menyendiri?
aku takut merasa perih.
aku takut merasa pedih.
mau sampai kapan sedih?
aku ini rentan.
aku ini karatan.
mau sampai kapan ketakutan?
aku tau, kalau dunia ini sangat membutuhkan skenario.
Subscribe to:
Posts (Atom)
