Monday, 4 July 2011

no air

if I should die before I wake,
it's cause you took my breath
 away,
losing you is like living in a worldwith no air..

i'm here alone didn't wanna leave,my heart won't move it's incomplete,
wish there was a way that I can make
 you understand..

but how do you expect me to live alone with just me?
cause my world revolves around you,
it's so hard
 for me to breathe..

tell me how I'm supposed to breathe with no air?
can't live can't breathe with no air,
that's how I feel whenever you ain't there,
there's no air..

got me out here in the water
 so deep,
Tell me how you gon be without me?
If you ain't here I just can't breathe.
there's no air..

i walked, i ran, i jumped, i flew,
right off the ground to flow to you.
there's no gravity to hold me down
 for real..

but somehow I'm still alive inside,
you took my breath but i survived,

i don't know how but i don't even care..

mengertilah

lihat aku,
pandang wajahku.
lirik senyum ku,
maknai mataku.

bisakah kau tebak?
sulit memang.
tapi adakah mengerti?
kurasa sedikit.

adakah bisa mengetahui arti senyum ku?
senyum yang meminta perhatianmu,
senyum yang menyimpan tangis,
senyum yang berbohong saat hati menangis.

adakah yang bisa mengerti mata ku?
mata yang menyimpan segudang air mata,
mata yang menyembunyikan kesedihan,
mata yang yang sesungguhnya berlinang.

tolong mengerti aku,
aku hanya manusia biasa,
aku punya daya dan kemampuan,
tapi aku juga punya keterbatasan.



aku ingin dimengerti..


biru


dari mekarnya kelopak mawar merah,
kutemukan arti dari sebuah gairah.
dari tetesan embun didaun hijau,
kudapati kesejukan rasa rindu.
pada hangatnya mentari pagi,
kurasakan kedamaian bersatunya hati.
dari pergantian panas kepada hujan,
kusadari indahnya suatu perbedaan.
keinginanku untuk menjumpainya,
sama dengan keinginan anak burung, tuk mengepakkan sayapnya.
keinginanku tuk memandangnya,
sama dengan keinginan kelelawar, tuk segera bertemu malamnya.
keinginanku tuk memeluknya,
sama dengan keinginan induk ayam tuk menjaga anaknya.
keinginanku tuk mendapatkan kasih sayangnya,
sama dengan keinginan tanah kering tuk mendapatkan hujannya.
kesedihanku saat ditinggalkan,
sama dengan kesedihan peladang yang kehilangan awan.
kecemburuanku saat dijadikan yang kedua,
sama dengan kecemburuan bintang saat tertutup awan.
kegelisahanku saat merindukan,
sama dengan kegelisahan bayi yang ingin mendapatkan susuan.
kesetiaanku tuk menantinya,
sama dengan kesetiaan cicak mengintai nyamuk.
keyakinanku tuk mendapatkannya,
sama dengan keyakinan air menuju samudra.
kejujuranku tuk menyatakan rasa,
sama dengan kejujuran titik air kepada pelangi.