Wednesday, 18 September 2013

tetap

gerimis dimuka senja
termenung aku menghitung rintik hujan
berharap keajaiban datang
membawamu kembali pulang

masih gerimis dimuka senja
yang akan menjadi saksi bisu
penantianku akan dirimu
sampai berakhirnya gerimis dimuka senja
aku tetap menanti
meski pilu tiada terhenti

memberi jingga

aku suka senja
ketika sang surya rela bertekuk lutut di ufuk barat
untuk memberi jingga pada langit
angin pun dibuat terpesona
hingga tak sadar ia mendera ombak dengan kasih
mencipta nyanyian di sepanjang laut:
tentang senja
aku akan menyimpan rindu pada senja
yang akan di temui malam kemudian
aku merindu pada senja

Tuesday, 17 September 2013

s e n j a

berkirim senja, bertukar sapa
senja ini kembali bersama rindu
kau masih saja diam disana menunggu
berbaring dibawah rona jingga

senyuman itu sudah kulupa
kau cerita senja
aku disini bersama rona jingga
 

ketika rona jingga menyapa
apakabar rona jingga
kemarin kau enggan menyapa

cuma dingin dari bekas hujan yang kurasa
masihkah kita berkirim sajak senja
kalaupun tak ada rona jingga

no answer

semua nya perlahan-lahan terasa berbeda. 
ku pikir semua itu bakal baik-baik saja, tapi pada kenyataan nya tidak sama sekali. 
semua itu seakan mulai menjauh dan menjauh dari angan. 
entah mengapa semua sikapmu yang acuh tak acuh itu masih menjadi sesuatu yang terlihat lemah lembut dimataku. 

setiap hari hanya ada diri ini sendiri yang selalu menanti tulisan-tulisan kecil yang sangat berarti tapi tak kunjung datang. 
kemana tulisan-tulisan yang selalu menemani hariku?

setiap hari aku selalu kehilangan kamu, jarang ku temukan dirimu berada disini. 
ada yang ku ingin tanyakan padamu, “apakah kamu tak ingin dan tak bisa untuk benar-benar tetap tinggal?”. 
sehingga disaat aku membutuhkanmu, maka aku tak perlu lagi berharap pada harapan kosong agar kamu selalu datang untukku. 
dan aku tak perlu lagi repot-repot menunggumu untuk meninggalkan segala kesibukanmu.


setiap waktu berjalan, aku selalu mencoba untuk tetap bersabar dan bertahan dengan semua sikap mu yang tak peduli itu. 
aku selalu menunggumu ketika kamu bahkan tak akan kembali lagi hari-hari itu. 
tak begitu berharga kah aku dimatamu? sebegitu tak pentingkah aku di hatimu? sebegitu tidak berartikah aku di hidupmu?

aku cukup merasa lelah melihat semua sikap mu ini. 
aku hanya ingin meminta sedikit saja pengertianmu, sedikit saja perhatianmu agar kau menganggapku tetap ada, seperti aku yang menganggapmu selalu ada.


tak ingin taukah kamu bagaimana kabarku disini?
tak ingin taukah kamu apa yang sedang ku lakukan? 
tak ingin taukah kamu akan hal itu?
mungkin tak sedikitpun terbesit dipikiranmu ingin mengetahui itu dan menanyakannya padaku.

apa kamu sudah merasa BOSAN?
apa kamu sudah merasa MALAS ini? 
kemana kamu yang dulu? 
kamu yang sekarang, kamu yang telah berubah. kamu yang tidak lagi aku kenal.

)):

HARUS SEPERTI APA DAN BAGAIMANA LAGI?
WHAT SHOULD I DO?


semua berubah karena waktu,
):

gelap

akalku hilang setengah
mataku melihat dalam gelap
tak ada tanda cahaya

tak ada suara terdengar
bahkan sekedar sayupan angin pun tak ada
mungkin ku sudah tuli

dadaku sesak di tengah
mulutku bungkam tapi ingin teriak
membuang semua sampah hati

jiwaku terdiam di atas kursi kehidupan
memerintah raga tuk beranjak
seolah telah terpaku oleh dunia


angkuhnya aku ini padahal ku sadar
aku sedang berjalan di pinggir jurang
jurang api kematian

sang pencinta abu- abu

terbaik yang kutemui.
terindah yang kudapati.
terdalam yang kurasakan.
terperi yang kuselami.
ada padamu semua yang kuingkari.
-tapi kurindui, kucintai dan kunanti.

rumah

rumah.
sejauh aku melangkah dan berlari, kepadanya juga aku kembali.
rumah. 
karena hati begitu nyaman berdiam di sana. 
ada rindu yang terus bernyawa. 
membawaku selalu kembali kepadanya.
rumah itu, kamu. 
semesta nyaman yang menjalar dan teduh yang berjajar. 
menguar rindu yang tak terbilang. 
mengeja cinta-tanpa tanda tanya, berulang-ulang.
rumah itu, hatimu.

Tuesday, 10 September 2013

di ujung jalan itu

senja. apakah kamu masih menunggu? di ujung jalan itu, seperti kemarin.
senja. jangan melawan rasa itu! kamu bisa melukai dirimu sendiri.
senja. jangan mengatup sampai gerimis datang. kuingin menikmati tiap tetes tangisan ini sebagai keindahan.
senja. 2 hal yang ingin kuselipkan di lembaran ceritamu: pertemuan dan keterpisahan. atau kebalikannya: keterpisahan yang mencumbui pertemuan dan penyatuan di ujung pengakhirannya.
maka, berjanjilah, senja! kita akan bertemu lagi di satu titik cinta; di suatu hari tanpa nama.

do you remember?

do you remember the first time we met?
do you remember the first time we made ​​eye contact?
do you remember the first time we spoke to each other?
do you remember the first time we join hands?
do you remember the first time we sat side by side?
do you remember the first time we laugh together?
do you remember the first time we shared stories?
do you remember the first time we?
do you remember the first time we?
do you remember the first time we?
do you remember the thing what we do?


too many memories of you in my life.

telah kutautkan

senja itu meninggalkan pesan pada sebuah hati, tentang sore yang terlupa, tentang siang yang terlupakan, tentang semua yang hilang dalam sekedip bintang.

senja diujung mata, membuncahkan air mata, seolah tak rela jika mendung menjadi pihak ketiga, penghalang cintanya kepada bintang yang setia dikedipnya.

engkaukah itu pelangi?
yang telah melingkarkan cincin dijemari hujan, diantara senja yang menghujam?

pelangi itu membelah langit sempurna tanpa malu, begitu percaya diri seolah tahu bila semua merindu, menebar senyum merengkuh pesona, tapi cuma sementara, sebentar kemudian wajahnya nampak memudar berganti pucat pasi, karena hujan telah berhenti, pelangipun meregang hilang tak nampak lagi.

di ujung lembayung telah kutautkan, sebuah harap dalam temaram, bantulah aku senja , agar aku terus berdiri dalam putaran roda yang hampir tiba.

jika pagi, siang dan malam adalah manifestasi kebahagiaan, maka mari kita cari tahu dimana senja berada.

Monday, 9 September 2013

still..crying..
i miss you.
kangen kamu.
kangen banget.
gabisa.
gabisa tanpa kamu.
aku gabisa.
please.
please tolong aku.
):

senja

berdiri di tanah terbuka menikmatinya, memandang semesta yang terhampar ke semua arah, mengagumi keindahan mahakarya Sang Semesta.
hamparan langit yang bertabur awan yang berpendar, sinar matahari redup yang menyusup di celah taburan awan menimbulkan cahaya siluet yang berpencar ke segala arah tak terarah.
lihat, anginpun mau mengurangi kecepatan hembusannya sore itu.
ia turut menyatu dengan waktu, menikmati hadirnya senja, berhembus pelan, menusuk tubuh sang pengagum.

bila berada di titik jenuh

cinta itu seperti sebuah kurva parabola.
ada yg menanjak dan ada yang menurun.
juga ada titik stasioner, yaitu titik jenuh.

"cinta yang hakiki adalah cinta yang lahir dari akal dan hati.
tanpa melihat atau bertemu, cinta sudah bertaut dan dapat dirasa karena yang bersatu adalah hati.
bukan bersifat fisik dan ia disatukan oleh tali bukan oleh nafsu atau kepentingan diri."

"distance means so little when someone means so much." < you MUST remember that>