Tuesday, 13 December 2011

Sepucuk Surat dari Ayah dan Ibu

Anakku,..
Ketika kami semakin tua, kami berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran lebih untuk kami  nak...
Jika kami  memecahkan piring atau menumpahkan kuah sup diatas meja karena penglihatan yang mulai berkurang, aku harap kamu tidak memarahi kami , orang tua itu sensitif nak,..
Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak,..
Ketika pendengaran  semakin buruk dan  tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, kami harap kamu tidak memanggilku “TULI”
Mohon ulangi apa yang kamu katakan Nak,atau menuliskannya sehingga kami  paham apa yang kamu inginkan...
Maaf anakku, kami semakin tua,..
Ketika lutut kami mulai lemah, kami berharap kamu memiliki kesabaran membantu kami untuk bisa bangun...
Seperti bagaimana ibu selalu membantumu ketika kecil untuk mengajarkanmu berjalan nak,..
Kami mohon jangan bosan dengan kami , ketika kami terus mengulangi apa yang kau katakan seperti kaset yang sudah rusak, kami  harap kamu terus mendengarkan kami,..
Tolong jangan mengejek kami  atau bosan mendengarkan kami,..
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu menginginkan sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sehingga kamu mendapatkan apa yang kamu  inginkan nak,..
Maafkan juga karena kami  mungkin “sudah mulai bau” tercium karena keadaan yang sudah tua, mohon jangan memaksa kami  untuk mandi, tubuh ini  telah terasa lemah, orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin, kami harap kami tidak terlihat kotor dihadapanmu nak...
Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
Ibu selalu mengejar-ngejar kamu karena kamu tidak mau mandi,..
Kami harap kamu bisa bersabar dengan keadaan kami yang mungkin akan selalu kelihatan rewel, karena itu semua bagian dari diri kami yang sudah tua, kelak kamu juga akan mengerti ketika kau sudah tua nak,..
Jika kamu punya waktu luang, kami harap kita bisa berbicara, bahkan untuk beberapa menit, karena kami selalu sendiri sepanjang waktu, dan tidak memiliki seorang pun untuk aku ajak bicara...
Kami  tau kamu sibuk dengan pekerjaan, bahkan jika kamu tidak tertarik dengan cerita kami, berikanlah sedikit saja waktumu untuk bisa bersama dengan kami nak,..

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
Ibu selalu mendengarkan apa yang kamu ceritakan tentang mainanmu,..
Ketika saatnya tiba dan kami hanya terbaring sakit dan sakit, kami harap kamu memiliki kesabaran untuk merawat kami nak, maafkan jika kami sengaja mengompol atau membuat rumahmu menjadi kotor, ..
Kami  harap kamu memiliki kesabaran untuk merawat  kami, selama untuk beberapa saat terakhir dalam hidup kami, kami  mungkin tidak akan bertahan lebih lama lagi, ketika waktu kematian itu datang, kami berharap kamu memegang tangan ini dan memberikan kekuatan untuk menghadapi kematian itu,..

Dan jangan khawatir, ketika kami bertemu dengan sang Pencipta, kami  akan berbisik padaNya, untuk selalu memberikan berkah padaMU, karena kamu telah mencintai, merawat dan berbakti kepada ibu bapakmu nak,,,
Terima kasih atas segala perhatiaanmu anakku,..
Kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah...


Thursday, 1 December 2011

..

disini telah ku tulis berjuta-juta kesaksian,
tentang kita dan sketsa perjalanan,
namun cerita selalu tak pernah sempurna,
karena jarak terlalu jauh tuk di tempuh oleh anganan kita.

dan angananku telah kutitipkan padamu,
agar rindu itu kan menyatu,
dalam kenyataan dan bukan khayalan,
serta angananku belaka.

nurani di dinding hati hampir retak,
dekaplah aku yang erat,
agar kita tak terpisahkan,
hanya karena khayalan dan anganan.

aku hanya bisa terdiam,
melihat kau pergi dari sisiku,
dari sampingku.
tinggalkan aku seakan semuanya,
yang pernah terjadi,
tak lagi kau rasa.

tak pernah sedikit pun,
aku bayangkan betapa hebatnya,
cinta yang kau tanamkan.
hingga waktu beranjak pergi,
kau mampu hancurkan hatiku.

ada yang hilang dari perasaanku,
yang terlanjur sudah kuberikan padamu,
ternyata aku tak berarti tanpamu,
berharap kau tetap di sini,
berharap dan berharap lagi..



):

apabila suatu saat nanti kau meninggalkanku,
melepas genggaman tanganmu,
segeralah berlari menjauh dariku karna aku tidak ingin kau melihatku menangis.
segeralah berlari menjauh dariku karna aku tidak ingin mengejarmu memintamu kembali.

meski dirimu bukan milikku lagi,
namun hatiku tetap untukmu,
berjuta pilihan disisiku,
takkan bisa mengantikanmu..