senja itu meninggalkan pesan pada sebuah hati, tentang sore yang
terlupa, tentang siang yang terlupakan, tentang semua yang hilang dalam
sekedip bintang.
senja diujung mata, membuncahkan air mata, seolah tak rela jika mendung
menjadi pihak ketiga, penghalang cintanya kepada bintang yang setia
dikedipnya.
engkaukah itu pelangi?
yang telah melingkarkan cincin dijemari hujan, diantara senja yang menghujam?
pelangi itu membelah langit sempurna tanpa malu, begitu percaya diri
seolah tahu bila semua merindu, menebar senyum merengkuh pesona, tapi
cuma sementara, sebentar kemudian wajahnya nampak memudar berganti pucat
pasi, karena hujan telah berhenti, pelangipun meregang hilang tak
nampak lagi.
di ujung lembayung telah kutautkan, sebuah harap dalam temaram, bantulah aku senja , agar aku terus berdiri dalam putaran roda yang hampir tiba.
jika pagi, siang dan malam adalah manifestasi kebahagiaan, maka mari kita cari tahu dimana senja berada.
No comments:
Post a Comment