berdiri tegarlah sang pencinta menghadapi problema cinta yang menurutnya tak serumit ini.
hanya sekedar bosan dan lelah. mungkin.
bersikap seakan tidak terjadi apa- apa.
mencoba mengatakan pada hati untuk bersabar sedikit lagi.
ya, sedikit lagi.
sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk berhenti,
berhenti menyayangi sang pencinta.
entah untuk alasan yang seperti apa,
bahkan sang pencinta pun tersentak kaget seolah dia dilempar pada sebuah realita nyata.
dia. meninggalkanku. karena. waktu. dan. jarak
itu pikirku saat itu.
hingga suatu saat Tuhan mungkin tidak tega,
melihat sang pencinta berjalan di dalam keterpurukan.
menikmati indahnya dunia di jalan yang salah.
hanya dia, ya dia.
yang bisa mengeluarkannya dari jalan itu.
begitu ironisnya bukan?
ditinggalkan tapi sangat mengharapkan.
Tuhan memang adil.
Dia memberiku penyiksaan dan Dia juga yang mencerahkan jalanku.
setidaknya cerah cahaya itu tidak seperti arti kebanyakan.
cerah cahaya itu membawaku seolah sebuah ketulusan tidak ada artinya lagi.
Dia menyadarkanku dengan caraNya sendiri.
si cipit.
ya.
itulah sebutan dia dengan wanitanya.
mmm wanita yang sangat cantik.
bahkan mungkin akupun tak mampu berdiri di sampingnya.
mataku tertuju padanya.
senyuman kebahagiaan.
ya, mereka sangat bahagia.
realita ini sudah lama aku ketahui.
tapi skarang,
aku melihatnya lagi,
aku menyakiti diriku sendiri dengan mendalami kenyataan yang menyakitkan.
dulu dan skarang,
ternyata masih tetap menyakitkan.
ternyata luka ini belum juga sembuh.
bahkan mungkin semakin dalam.
nadia nursyamsiah
rizki adriana
18september2013
secret admirer
No comments:
Post a Comment